11.8.09

GO... GO... GO... GREEN (3)!!!

Kira-kira pukul 06.30 pagi tadi, setiba di kantor, langsung buka koran Jawa Pos yang masih fresh from the oven (emang kue...), langsung ke Metropolis... ufh, ternyata ada berita yang cukup menyita perhatian juga. Menurut koran tersebut dalam Bulan Juli 2009 ada 2 anggota Polantas Polwiltabes Surabaya yang meninggal dunia karena sakit akibat kadar kabon dalam tubuhnya melebihi ambang batas yang diperkenankan.

Menurut analisa koran tersebut hal ini dikarenakan kualitas udara di Surabaya yang buruk akibat pencemaran udara dari residu kendaraan bermotor, terutama di perempatan lampu merah dimana banyak kendaraan berhenti pada saat bersamaan; yang biasanya merupakan tempat para Polantas bertugas. Hal ini dapat diperparah jika para Polantas yang bertugas dalam keadaan kurang fit atau memang mempunyai riwayat penyakit bawaan yang dapat diperparah karena terpapar udara yang berkualitas buruk dalam jangka waktu yang lama.

Terus terang saja, selama ini citra polisi terutama Polantas dalam benak saya dan mungkin banyak orang Indonesia lainnya agak kurang baik; yah, mungkin ini akibat perbuatan beberapa oknum Polantas yang 'nakal'. Tetapi setelah membaca berita ini saya sempat tertegun; sungguh saya angkat topi bagi Bapak-Bapak Polantas ini. Menurut sejawat kedua Polantas ini, beliau berdua adalah sosok Polantas yang berdedikasi dan bersemangat kerja tinggi sehingga jarang sekali absen dari tugas yang diamanatkan kepadanya. Yah, semoga Allah SWT berkenan menerima amal ibadah beliau berdua dan memberikan tempat yang layak di sisiNya. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan iman, Amin...

Apakah mungkin kondisi udara di jalan raya Surabaya dan kota-kota besar lainnya dapat menjadi lebih aman bagi para petugas Polantas dan petugas lainnya serta para pekerja yang bekerja di jalan raya? Padahal secara kasat mata kita dapat melihat bahwa kondisi jalan raya Surabaya khususnya beberapa tahun terakhir ini sudah menjadi lebih hijau dan indah dengan adanya taman-taman yang dibangun di sepanjang sisi jalan raya serta area pembatas jalan. Mungkin karena kendaraan bermotor dari tahun ke tahun jumlahnya semakin banyak sehingga residu yang dihasilkan tidak dapat diserap oleh tanaman-tanaman itu, dan mengakibatkan kandungan gas dan zat berbahaya seperti misalnya karbon monooksida (CO), CO2, Timbal (Pb), mercuri, dan lain-lain, di dalam udara kota Surabaya sangat tdak bersahabat bagi kesehatan.

Mungkin dapat diusahakan bahan bakar ramah lingkungan yang dapat menghasilkan residu minimal; atau rekayasa mesin kendaraan bermotor sehingga menghasilkan residu minimal; atau yang lebih hebat lagi jika ada bahan bakar atau mesin kendaraan bermotor yang menghasilkan residu yang tidak berbahaya bagi manusia.... mungkinkah??? Yah, jika hal tersebut dapat terlaksana maka jalan raya bukan lagi sebagai killing field (ladang pembantaian), menurut istilah Jawa Pos, yang sewaktu-waktu dapat merenggut nyawa para petugas atau pekerja di jalan raya.

Satu lagi yang mungkin dapat saya titipkan, ada baiknya jika para petugas dan pekerja yang bekerja di jalan raya, yang beresiko tinggi ini, dapat secara berkala diberikan pemeriksaan kesehatan komprehensif sebagai upaya preventif dari kejadian yang tidak diinginkan seperti menimpa kedua Polantas di atas. Selain itu merekapun selayaknyalah dibekali dengan peralatan kerja yang memadai sehingga meminimalisir resiko terpapar udara yang tercemar. Sungguh sangat disayangkan jika negara kehilangan petugas yang berdedikasi tinggi seperti kedua Bapak Polantas ini! Semoga para pejabat yang berwenang dapat lebih memperhatikan faktor keselamatan yang terkait dengan isu kelayakan lingkungan dan kesehatan kerja bagi para petugas dan pekerja di jalan raya.

4.8.09

RESUME SEBUAH RAPAT

Pada suatu pagi yang cerah, Sekretaris Kepala Kantor mendatangi ruangan kerja kami. Di depan pintu dia berkata :"Bapak-bapak, Ibu-ibu, silakan menuju aula, ada sosialisasi dari pusat". Maka kamipun bergegas menuju aula dan mengambil tempat duduk. Biasalah, kalo ada kegiatan, program, atau aturan baru, pasti ada sosialisasi.

Baiklah, mari saya sampaikan laporan pandangan mata dari saya. Rapat sosialisasi ini diikuti oleh Kepala Kantor, pejabat lapis pertama, pejabat lapis kedua, serta beberapa staf yang berkompeten. Beliau yang menyampaikan sosialisasi dari pusat adalah seorang berwajah serius dengan nilai (menurut saya sich!) rata-rata plus lah.... Lha wong secara fisik beliau tak kurang suatu apapun... he-he... Okay, dan kelihatannya pun beliau adalah orang yang cerdas... nah betul kan... titelnya dari luar negeri... Untuk seumuran beliau, bagi pegawai di lingkungan kami, beliau dapat dipastikan adalah orang yang cerdas, karena dulu tak ada penerimaan pegawai dengan pendidikan di atas S1; jadi kalo lulusan luar negeri pastilah telah melalui berlapis tes untuk mendapatkan beasiswa luar negeri itu.... Dan ya, tentu saja saya sangat antusias mengikuti sosialisasi ini, karena materi yang disampaikan adalah hal yang baru bagi saya.

Tapi eit, tunggu dulu, setelah beberapa saat saya mengikuti sosialisasi ini koq rasanya ada yang menggelitik telinga dan hati saya sehingga memunculkan kembali keisengan dan keusilan saya. Nah, berikut ini adalah resume rapat versi saya... menghitung kata-kata 'unik' pada rapat sosialisasi selama 2 jam tersebut.
  • kalian-kalian; sebanyak 51 kali;
  • kamu; sebanyak 1 kali;
  • Bapak-bapak; sebanyak 2 kali.
Kalian-kalian, digunakan untuk menyapa kami peserta rapat pada umumnya.
Kamu, digunakan untuk menyapa seorang pejabat yang baru mendapat promosi di kantor kami, dahulu dari kantor pusat, mungkin teman Bapak yang menyampaikan sosialisasi tadi.
Bapak-bapak, disampaikan ketika mengakhiri rapat.

Demikianlah resume rapat yang saya buat, bagaimana pendapat Anda?

29.7.09

MBHJ JTFOH!!!

sumber gambar : di sini

(n=n+1)

Bevi, qflfskbbo cbozbl cbohfu, kbej qvtjoh efi!!!

Btbm ubiv tbkb, evmv blv tfmbmv nfovmjt efohbo svnvt joj lbmp tfeboh tfeji, cjbs hbl lfubivbo psboh...

Cbhj tjbqb tbkb zboh cjtb nfncbdb uvmjtbo joj, IFCBU efi!!!

15.7.09

NEVER GIVE UP...

Aku lagi suka nih sama lagu D'Massive terbaru, judulnya "Jangan Menyerah" keren yach.... maknanya dalam banget.... simak aja.

Lirik Lagu D'Massive - Jangan Menyerah

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi


Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal Putus asa

© free template 3 columns