1.2.09

SUDAHLAH, BU KHOFIFAH...

Hari Jum’at kemarin perhitungan suara putaran ketiga pilkada Jawa Timur telah diumumkan dengan hasil pasangan Karsa (Pakdhe Karwo-Syaifullah Yusuf) memperoleh suara lebih banyak dari pasangan Kaji (Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono). Walaupun penetapan pasangan Karsa sebagai gubernur dan wakil gubernur Propinsi Jawa Timur belum diumumkan secara resmi namun setidaknya cukup melegakan juga…… akhirnya selesailah sudah proses pilkada yang panjang dan menelan biaya sangat banyak itu (katanya sih hampir 1 trilyun rupiah…. Hah???!!! Seumur hidup saya belum pernah lihat duit sebanyak itu; bener…).

Tapi eit, tunggu dulu… ternyata rasa lega masyarakat Jawa Timur harus ditunda dulu sebab kabarnya para saksi dari pasangan Kaji menolak menandatangani hasil perhitungan suara KPUD…. Wahhhh… ada apa lagi ini… Katanya sih mereka menemukan banyak kecurangan dalam proses pilkada dan perhitungan ulang itu; dan ada kemungkinan akan ada gugatan lagi; yah… ruwet dong…. Kapan selesainya neeehhhh….???

Terus terang saja, saya, mungkin bisa juga mewakili apa yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat Jawa Timur, merasa jenuh dengan proses pilkada yang berlarut-larut ini. Menurut saya sih kalaupun ada ketidaksempurnaan dalam proses pilkada ini mungkin tidak terlalu signifikan untuk dapat mengubah hasil pilkada. Yah, maklumlah, ini adalah sebuah ‘gawe’ besar yang melibatkan banyak pihak, jadi tidak mungkin akan sempurna 100%. Lagipula, kasihan kan para pegawai KPUD, sudah lembur dalam waktu yang sangat panjang dan ternyata hasilnya tidak dihargai bahkan baik langsung maupun tidak terkena tuduhan melakukan kecurangan dalam perhitungan suara yah…. resiko jabatan he-he…

Walaupun saya tidak begitu “mengagumi” track record kebijakan politik luar negeri negaranya “Uncle Sam” selama ini, tapi saya tetap acungkan dua jempol untuk sikap fair mereka dalam mematuhi aturan main pemilu di sana . Lihatlah betapa gentlenya John McCain mengucapkan selamat kepada Barack Obama atas kemenangannya dalam pilpres; dan sebelumnya dengan gentle(wo)man Hillary Clinton mengucapkan selamat kepada Barack Obama atas kemenangannya dalam konvensi Partai Demokrat untuk maju dalam pilpres; bahkan menganjurkan untuk memilih secara aklamasi. Yah, mungkin kita harus lebih banyak belajar dari mereka kali ya….

Misalkan pihak Kaji jadi menggugat hasil pilkada Jawa Timur sekali lagi dan ternyata gugatan itu dikabulkan …. dan ada pilkada ulang lagi….hmmm…. berapa banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan? Apa???…. harga yang harus dibayar untuk sebuah proses demokrasi??? Saya sih sangat tidak setuju dengan pernyataan itu; mungkin banyak juga masyarakat yang setuju dengan pendapat saya. Mbak Nah tukang jamu, Mbok Yem tukang sapu, Ning Tik penjual sayur, Kang Parto tukang buah, Lik Parmin tukang bakso, Mas Paijo bakul tempe, Cak Kan tukang tahu campur; dan masih banyak lagi akan mengangguk mengiyakan.

Lihatlah sekeliling kita; sekolah-sekolah hampir rubuh, puskesmas-puskesmas dengan peralatan seadanya, bertambah banyaknya penduduk miskin, tidak mampu menyekolahkan anak, tidak mampu berobat jika sakit; dan ssssttttt…. kabarnya sih alutsista kita pun memprihatinkan (terus terang saja saya jadi ngeri membayangkan jika negara kita tiba-tiba diserang musuh….. mudah-mudahan tidak Ya Allah….Amin….). Apakah tidak lebih baik biaya yang begitu banyak itu digunakan untuk memperbaiki keadaan negara kita tercinta ini? Mungkin bagi masyarakat kebanyakan; pemilu, pilkada, pilpres, dan siapa yang nanti akan memenanginya tidak terlalu diambil pusing lagi…. yang penting ada perbaikan dan peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup, gitu loh…. Dan bagi saya …. ada kenaikan gaji PNS, he-he…. (setuju!!!) hush… koq jadi egois sich…. Tapi terus terang saja saya akan seneng banget kalo itu beneran kejadian, Amin…

Jadi …. sudahlah Bu Khofifah…. please deh ah…. masih banyak koq tempat untuk berkiprah, berkarya, dan mengabdi. Jadi anggota legislative, jadi menteri, lewat LSM, lewat ormas; atau jadi perempuan sederhana macam saya ini… jadi PNS sekaligus ibu dua anak; yang bagi saya kadang melelahkan juga…. tapi saya bahagia koq; dan mudah-mudahan saya bisa tetap membantu orang-orang di sekeliling saya, walaupun sebatas apa yang saya bisa. Amin….

15 Comments:

Meidy said...

setuju!! masy jatim udah lama menunggu pemimpinnya neh.. udah banyak PR yg musti segera digarap..

bdh said...

kenapa sih mereka kok begitu rakusnya terhadap kekuasaan dan begitu inginnya berkuasa serta tidak bisa memberi contoh untuk menerima kekalahan dengan lapang dada... ahhhh memalukan !

KANWIL XIX DJPB SAMARINDA said...

Cuma dua kata komen saya
----> Cape Dech....
kalu pasangan Kaji mau nyediain dananya gak apa, kalu negara yg nyediain... kapan gaji PNS bisa naik ...

iam said...

kan prinsip pejuang Indonesia, pantang mundur maju terus. padahal duit rakyat uda banyak terkuras. baru calon aja uda ngabisin uang rakyat..palagi klo uda jadi. Bu Kopi..Bu Kopi..

bocahbancar said...

Iyah saya juga heran, lha wong berselisih ga jelas kaya gitu kok menghabiskan dana negara.

kalo dana pribadi sich sok ajah atuh, kaga ngaruh..

Tapi ngaruh juga sich, mending untuk dihibahkan bagi pengembangan masyarakat bawah, pasti lebih bermanfaat..

Salam Mbak sesama warga Jatim yang jauh di mato...

bdh said...

wah satu lagi calon penerima pensiun he he he, selamat ya :-)

- said...

Sudahlah, bu kofifah gak usah ngotot,,,
kita udah capek, toh siapa aja gubernurnya kita2 juga g masalah, dua-duanya sama sama bagus tapi kadung Pakde Karwo menang jadi ya ibuk tunggu pilgub 5 taon lagi ajah,,,
.
.
.
Ingat bu keputusan MK itu adalah keputusan final, meski ngotot gimanapun tetep g mempengaruhi hasil...

brigaspad said...

yaaahh kalau emang niat mo mikirin rakyat, seharusnya kasihan rakyat terkatung katung jadinya gini ya????

ACTUALIZATION OF FITRAH said...

memang sudah ya menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. menerima nanti dikira lemah.....ngotot dibilang..ambisius......susah dech......

[kurni]Awan_cLIK3rz said...

ahaaa..ada juga tuh istilah uncle sam.


politik emang seperti itu ya.complicated !

Yup !

arison said...

setuju bu...lihat negara kita seperti ini alangkah lebih bijak dialihkan ker permasalahan2 yang urgen

KP2KP Trenggalek said...

maklum, udah terlanjur abis duit banyak..jadi ya wajar aja klo kalah gak mau nerima..itulah indonesia
mbak..bisa tukeran link gak? linknya mbak melati dah aku pasang di blogku..thankQ

Andy J. Santiko said...

Siip mbak.... mari kita terima hasil dengan ikhlas.

nia said...

iyoyo mbak, bu kopipah nih ngabisin duit aje, mendingan dibagi2 ke qta ya, kan lumayan pengganti uang makan 2 bulan, hehehe..

habbats ramdhan said...

Terima Kasih sudah posting artikel yang bermanfaat. Semoga Sukses dan Silahkan Klik Tautan Dibawah Ini
MaduHabbatussaudaJual Minyak HabbatussaudaMinyak ZaitunProduk HabbatsProduk HerbalObat HerbalHabbatussauda Dosis TinggiHabbats.co.idHabbatsAozora Shop Onlinetoko onlineJual Baju AnakJual Baju BayiJual Baju DewasaJual Sepatu BayiJual Sepatu anak AnakJual Sepatu DewasaJual Perlengkapan BayiJual Perlengkapan Anak AnakJual Perlengkapan DewasaTupperwareTupperware MurahTupperware UpdateTupperware Bandung juaraJual TupperwareKatalog TupperwareJual Online TupperwareTupperware ResepTupperware katalog baruRaja Tupperware BandungCollection TupperwareMadu Anak SuperMadu Anak CerdasJual Madu Anak SuperPusat Jual Madu Anak SuperJual Madu SuperMadu Anak SuperJual Madu AnakToko Madu AnakAgen Madu Anak SuperDistributor Madu Anak Super

© free template 3 columns